
MAPEFER
Mortar cementitious antikorosi dua komponen untuk perlakuan tulangan sebelum pekerjaan repair beton.

Beton mengelupas, tulangan berkarat, retak, atau grout base plate rusak? Kami membantu memetakan pilihan material MAPEI berdasarkan kondisi proyek serta kebutuhan supply atau aplikasi.
Satu area bisa membutuhkan perlakuan tulangan, mortar repair, dan proteksi permukaan sekaligus. Pilih kategori sesuai masalah Anda untuk melihat pertimbangan teknis serta material yang relevan.
Posisi aplikasi, kedalaman kerusakan, kondisi air, dan paparan lingkungan membantu menyaring material. Data ini juga diperlukan untuk menghitung volume, persiapan permukaan, serta lingkup aplikasi.
Jika ada kehilangan penampang atau rencana penambahan beban, hubungkan pekerjaan repair dengan assessment struktur dan kebutuhan perkuatan struktur.
| Kondisi atau kebutuhan | Kategori solusi | Data yang membantu pemilihan |
|---|---|---|
| Tulangan terbuka atau berkarat | Proteksi Tulangan | Foto tulangan, luas kerusakan, dan kondisi penampang baja |
| Korosi membutuhkan pengendalian galvanik | Proteksi Katodik Galvanik | Jenis struktur, paparan, luas, dan data korosi |
| Beton mengelupas, rusak, atau perlu direkonstruksi | Perbaikan Beton | Posisi aplikasi, kedalaman, luas atau volume, dan window kerja |
| Retak atau rongga membutuhkan pengisian struktural | Injeksi Struktural | Lebar retak, pergerakan, kondisi air, dan tujuan injeksi |
| Sambungan membutuhkan perekat sesuai detail | Perekat Struktural | Material pasangan, detail sambungan, temperatur, dan waktu kerja |
| Angkur atau base plate membutuhkan grout | Angkur dan Precision Grouting | Drawing, celah, volume, data beban atau mesin, dan shutdown |
| Beton terpapar air, abrasi, atau bahan kimia | Proteksi Permukaan Beton | Paparan, kelembapan, luas, dan kebutuhan finishing |
Protection of reinforcement bars
Selimut beton yang mengelupas sering memperlihatkan tulangan berkarat. Sebelum area ditutup kembali, kondisi baja dan luas kerusakan perlu diperiksa, lalu perlakuan antikorosi dipadukan dengan mortar repair yang sesuai.
Kembali ke kategori
Periksa kehilangan penampang dan kondisi sekeliling area. Hasilnya membantu menentukan kebutuhan repair lokal atau evaluasi struktur lebih lanjut.
Pembersihan, pelapisan baja, dan rekonstruksi selimut beton perlu direncanakan sebagai satu rangkaian aplikasi.
Bandingkan sistem satu dan dua komponen sesuai prosedur persiapan serta aplikasi di proyek.

Mortar cementitious antikorosi dua komponen untuk perlakuan tulangan sebelum pekerjaan repair beton.

Mortar antikorosi satu komponen untuk melindungi tulangan sekaligus membantu adhesi pada sistem repair beton.
Galvanic cathodic protection
Ketika pekerjaan mencakup pengendalian korosi, pilihan sistem perlu mengikuti material yang dilindungi, paparan lingkungan, dan hasil evaluasi kondisi. Proteksi galvanik memakai anoda korban dengan sambungan serta susunan pemasangan yang dirancang untuk struktur tersebut.
Kembali ke kategori
MAPESHIELD E 25 ditujukan untuk proteksi tulangan melalui pemasangan pada permukaan struktur. MAPESHIELD S digunakan pada permukaan struktur baja yang terpapar atmosfer.
Luas yang dilindungi, kondisi struktur, hubungan listrik, dan kebutuhan pemeriksaan sistem perlu ditentukan sebelum kuantitas material dihitung.
Pilih berdasarkan material dan detail sistem; fungsi kedua produk ini perlu dibedakan sejak penyusunan spesifikasi.

Pelat zinc berperekat yang dipasang pada permukaan struktur untuk proteksi katodik galvanik tulangan beton.

Pelat zinc berperekat untuk proteksi katodik galvanik struktur baja yang terpapar atmosfer. Dipilih untuk permukaan baja, dengan detail pemasangan sesuai sistem.
Repair of concrete in civil works
Repair kolom, balok, pelat, dan tepi beton memerlukan material yang mengikuti kedalaman kerusakan serta posisi aplikasi. Mortar yang ditrowel, material yang dituang ke bekisting, micro-concrete, dan bahan pembantu memiliki peran berbeda dalam pekerjaan.
Kembali ke kategori
Mortar thixotropic membantu aplikasi dengan trowel atau semprot. Material flowable dipertimbangkan untuk area yang dapat diisi melalui bekisting.
Kedalaman repair, jumlah lapisan, waktu kerja campuran, dan curing memengaruhi pemilihan material serta pembagian area pelaksanaan.
Binder, latex, dan admixture dipilih sesuai fungsi serta kompatibilitas sistem. MAPETARD ES berfungsi sebagai penghambat setting untuk mortar yang sesuai.
Untuk membandingkan pilihan repair sesuai kondisi substrat, ketebalan, dan persyaratan pekerjaan.

Mortar repair cementitious dengan modifikasi polimer untuk perbaikan beton. Pilih berdasarkan kebutuhan area dan metode kerja dalam spesifikasi proyek.

Mortar berserat dengan susut terkontrol untuk merekonstruksi selimut beton serta memperbaiki sudut, balok, kolom, dan balkon yang rusak.

Mortar thixotropic berserat dengan kompensasi susut untuk repair beton. Dapat diaplikasikan dengan trowel atau mesin semprot sesuai kondisi pekerjaan.

Mortar cementitious dua komponen dengan modulus elastisitas rendah untuk repair beton, termasuk elemen yang mengalami deformasi kecil akibat beban atau siklus termal.
Untuk window pekerjaan terbatas; rencanakan luas kerja dan kesiapan aplikasi mengikuti waktu kerja material.

Mortar thixotropic dengan setting cepat dan susut terkontrol untuk repair permukaan beton. Ketebalan aplikasi dapat disesuaikan dari 1–40 mm dalam satu lapis.

Mortar repair berserat dengan kompensasi susut serta setting dan pengerasan cepat untuk pekerjaan dengan waktu aplikasi yang perlu direncanakan ketat.

Mortar thixotropic dengan setting dan pengerasan cepat untuk repair beton serta pemasangan drain, manhole, dan elemen fasilitas perkotaan.

Admixture penghambat setting untuk mortar cementitious cepat setting yang kompatibel. Pemakaian mengikuti pasangan mortar dan dosis dalam TDS sistem.
Untuk pekerjaan yang memerlukan pengisian dengan penuangan ke bekisting.

Mortar hi-flow dengan setting dan pengerasan cepat untuk repair beton melalui pengecoran ke bekisting serta pemasangan drain dan manhole.
Untuk kebutuhan repair dengan material aliran tinggi dan kompensasi susut.

Micro-concrete dengan aliran tinggi dan kompensasi susut untuk kebutuhan pengisian pada pekerjaan repair beton.
Untuk penyusunan campuran slurry, mortar, atau beton yang telah ditentukan kebutuhannya.

Binder cementitious ekspansif dan super-fluid untuk merancang campuran slurry injeksi, mortar, atau beton dengan agregat yang sesuai.
Untuk kebutuhan adhesi atau penyegelan yang sesuai dengan fungsi masing-masing produk.

Perekat epoxy dua komponen tanpa pelarut untuk penyegelan monolitik screed retak. Aplikasi dapat menggunakan kuas, trowel, atau penuangan sesuai pekerjaan.

Latex karet sintetis untuk meningkatkan adhesi campuran semen, termasuk adhesive slurry, screed, dan render sesuai formulasi campuran.

Latex karet sintetis untuk campuran semen yang membantu adhesi, plastisitas, dan kemudahan aplikasi setelah dicampur dengan semen serta agregat.
Structural injections
Retak beton dan rongga perlu dibaca dari penyebab, pergerakan, ukuran, serta kondisi airnya. Data tersebut membantu memilih resin epoxy atau material cementitious sekaligus menentukan jalur pengisian dan metode injeksi yang sesuai.
Kembali ke kategori
Kebutuhan pemulihan kontinuitas elemen berbeda dari penghentian aliran air. Sampaikan apakah retak kering, lembap, atau disertai rembesan aktif.
Lebar, kedalaman, keterhubungan retak, serta akses menentukan pilihan material dan susunan titik injeksi.
Resin dipertimbangkan untuk pengisian retak beton yang sesuai. Slurry dan mortar cementitious memiliki fungsi tersendiri untuk konsolidasi serta anchoring melalui injeksi.
Bandingkan fungsi dan viskositas produk sesuai kondisi retak serta metode pengisian.

Resin epoxy dua komponen yang super-fluid untuk injeksi dan angkur. Dapat diaplikasikan melalui injeksi atau penuangan sesuai detail pekerjaan.
Resin epoxy cair dua komponen untuk pengisian struktural pada retak dan celah. Pemilihan mempertimbangkan geometri retak serta akses pengisian.

Resin epoxy dua komponen dengan viskositas sangat rendah untuk injeksi micro-crack, termasuk pada permukaan basah sesuai ketentuan aplikasi produk.
Untuk kebutuhan masonry, batuan, tie rod, dan pekerjaan terkait sesuai lingkup produk.

Binder cementitious berkekuatan tinggi untuk slurry dan mortar injeksi yang fluid, termasuk pengisian rongga serta retak pada masonry dan batuan.

Mortar thixotropic satu komponen dengan susut terkontrol untuk pemasangan tie rod dan bolt melalui injeksi, termasuk pekerjaan tanah, batuan, dan terowongan.
Structural bonding
Pemasangan komponen struktur membutuhkan perekat dengan konsistensi dan waktu kerja yang sesuai. Material yang direkatkan, posisi sambungan, temperatur, serta kesiapan permukaan perlu diketahui sebelum memilih adhesive dan mengatur urutan pemasangan.
Kembali ke kategori
Jelaskan apakah pekerjaan berupa bonding komponen, pemasangan band, atau penyegelan screed agar fungsi adhesive dapat dicocokkan.
Setting cepat, waktu kerja lebih panjang, dan varian untuk kondisi temperatur tertentu perlu disesuaikan dengan ukuran sambungan serta proses pemasangan.
Kebersihan, kekuatan substrat, kelembapan, dan ketebalan adhesive menentukan kesiapan bidang sebelum komponen dipasang.
Pilih fungsi adhesive serta kompatibilitas sistem sesuai detail pemasangan.

Perekat thixotropic dua komponen dengan setting cepat untuk sambungan struktural. Pertimbangkan waktu kerja saat mengatur persiapan dan pemasangan komponen.

Perekat epoxy thixotropic dua komponen dengan waktu kerja lebih panjang untuk sambungan struktural yang memerlukan pengaturan posisi saat pemasangan.

Perekat epoxy thixotropic dua komponen untuk structural bonding serta pemasangan Mapeband, Mapeband TPE, dan Hypalon. Varian TG dipilih dengan mempertimbangkan temperatur aplikasi.

Perekat epoxy thixotropic dua komponen dengan rheology termodifikasi untuk structural bonding serta pemasangan Mapeband, Mapeband TPE, strip PVC, dan Hypalon.
Untuk kebutuhan penyegelan monolitik screed retak sesuai lingkup produk.

Perekat epoxy dua komponen tanpa pelarut untuk penyegelan monolitik screed retak. Aplikasi dapat menggunakan kuas, trowel, atau penuangan sesuai pekerjaan.
Anchors
Celah di bawah base plate dan area angkur membutuhkan material pengisi yang mengikuti geometri, beban, serta kondisi operasional. Grout cementitious dan epoxy dipilih dengan mempertimbangkan ketebalan, volume, akses penuangan, serta paparan di area kerja.
Kembali ke kategori
Bandingkan kedua kelompok berdasarkan persyaratan proyek, kondisi operasional, dan kebutuhan pengisian. Detail beban serta lingkungan membantu menentukan pilihannya.
Celah, jalur alir, volume, bekisting, serta ventilasi udara perlu direncanakan agar metode grouting sesuai dengan bentuk area.
Untuk mesin yang bergetar atau grout lama rusak, periksa kondisi tumpuan dan anchor bolt sebelum menetapkan lingkup re-grouting.
Pilihan grout sesuai kebutuhan umum, precision grouting, dan anchoring dalam spesifikasi proyek.

Grout cementitious serbaguna dengan kompensasi susut yang dapat dipompa untuk kebutuhan pengisian dan grouting sesuai detail proyek.

Mortar untuk anchoring dan sealing mesin, tie rod, serta struktur logam pada beton. Konsistensi campuran disesuaikan dengan fungsi pengisian dan ketentuan produk.

Grout non-shrink untuk kebutuhan grouting umum. Cocok dibahas ketika proyek telah memiliki detail celah, volume, dan persyaratan pekerjaan.

Precision grout cementitious non-shrink dengan aliran tinggi dan kekuatan tinggi untuk kebutuhan anchoring sesuai spesifikasi proyek.
Untuk kebutuhan pengisian serta anchoring yang mensyaratkan material epoxy.

Grout epoxy tiga komponen yang mudah mengalir untuk kebutuhan pengisian dengan pertimbangan adhesi serta ketahanan mekanis dan kimia.

Resin epoxy dua komponen yang super-fluid untuk injeksi dan angkur. Dapat diaplikasikan melalui injeksi atau penuangan sesuai detail pekerjaan.
Concrete protectors
Kebutuhan proteksi beton berbeda antara permukaan lembap, area terpapar bahan kimia, bidang yang mengalami abrasi, dan beton dengan exposed finish. Pilih primer, coating, mortar skim, atau impregnation berdasarkan paparan dan kondisi permukaan.
Kembali ke kategori
Sampaikan jenis bahan kimia, kontak air, abrasi, serta kebutuhan tampilan. Setiap kondisi memerlukan kelompok produk yang sesuai.
Primer, perataan, dan coating harus dipilih bersama dengan memperhatikan kondisi substrat serta kompatibilitas lapisan berikutnya.
Area rapuh atau rusak perlu diperbaiki terlebih dahulu. Luas, tekstur, serta kebutuhan hasil akhir membantu menghitung lingkup persiapan dan aplikasi.
Cocokkan bahan kimia dan kondisi kontak dengan ketahanan sistem yang dipilih.

Cat epoxy dua komponen untuk lapisan tahan asam pada permukaan beton. Jenis bahan kimia dan kondisi kontak perlu dicocokkan dengan sistem coating.
Untuk pembahasan kebutuhan coating permukaan dan finishing beton.

Cat satu komponen berbasis resin akrilik dan air untuk proteksi substrat cementitious. Dipilih bersama kebutuhan proteksi dan finishing permukaan.
Untuk kebutuhan perataan halus dengan exposed finish.

Mortar skim bertekstur sangat halus untuk perataan permukaan beton dengan kebutuhan exposed finish.
Untuk kebutuhan proteksi dengan kondisi aplikasi yang spesifik.
Protective coating epoxy dua komponen tanpa pelarut untuk aplikasi bawah air sesuai ketentuan sistem dan kondisi permukaan.
Untuk menyiapkan permukaan sebelum lapisan berikutnya yang kompatibel.

Primer epoxy-cementitious tiga komponen untuk substrat lembap, termasuk substrat non-absorbent, sebelum lapisan berikutnya yang kompatibel.

Mortar epoxy-cementitious tiga komponen untuk meratakan substrat lembap sebelum pekerjaan finishing yang sesuai.
Bedakan mortar smoothing dari produk yang ditujukan untuk paparan abrasi tinggi.

Mortar cementitious satu komponen dengan setting normal untuk perataan beton dan render semen. Dipilih untuk lapisan smoothing permukaan.

Mortar skim cementitious satu komponen yang thixotropic, berserat, dan termodifikasi polimer untuk aplikasi hingga 3 mm per lapis.

Mortar cementitious dua komponen dengan ketahanan tinggi terhadap sulfat untuk proteksi beton yang mengalami abrasi tinggi.
Untuk kebutuhan pengurangan penyerapan air serta proteksi beton tanpa mengubah tampilannya.

Cairan pelindung berbasis silane untuk mengurangi penyerapan air dan penyebaran klorida pada beton, sekaligus mempertahankan tampilan permukaan.
Lingkup yang jelas membantu Anda membandingkan penawaran material, persiapan substrat, aplikasi, dan kontrol mutu sesuai kebutuhan proyek.
Petakan kerusakan, kondisi substrat, penyebab, serta kebutuhan evaluasi struktur.
Cocokkan target pekerjaan dengan detail, kelompok material, TDS, dan volume.
Rencanakan pembongkaran lokal, pembersihan, akses, serta persiapan bidang aplikasi.
Sesuaikan urutan kerja, waktu aplikasi, temperatur, dan curing dengan sistem terpilih.
Tetapkan pemeriksaan, pencatatan material, dokumentasi, dan kriteria penerimaan proyek.
Untuk memeriksa kondisi dan penyebab kerusakan sebelum lingkup repair atau perkuatan ditetapkan.
Untuk membahas retak, rembesan, dan rongga beserta perbedaan tujuan serta metode pengisiannya.
Untuk merencanakan perlakuan tulangan, perbaikan beton, dan kebutuhan perkuatan pada area terdampak.
Untuk evaluasi, desain, pemasangan, dan pemeriksaan sistem pengendalian korosi sesuai struktur.
Untuk memeriksa grout rusak, gejala getaran, kondisi anchor bolt, dan lingkup re-grouting.
Untuk membahas BOQ, dokumen material, ketersediaan, pengiriman, serta kebutuhan aplikator.
Repair memperbaiki bagian beton yang rusak sesuai lingkup penanganannya. Jika proyek juga menuntut peningkatan kapasitas akibat tambahan beban, perubahan fungsi, atau kehilangan penampang, diperlukan evaluasi serta desain perkuatan. Sampaikan kondisi kerusakan dan target penggunaan agar kedua kebutuhan dapat dipetakan bersama.
Mortar thixotropic dipertimbangkan untuk aplikasi trowel atau semprot, termasuk area vertikal dan overhead sesuai ketentuan produk. Material flowable dipertimbangkan ketika area dapat diisi melalui penuangan ke bekisting. Pilihannya mengikuti posisi kerja, kedalaman, volume, akses, dan kebutuhan pengisian.
Tujuan pengisian struktural dan penghentian aliran air perlu dibedakan. Pemilihan material mengikuti pergerakan retak, ukuran, kondisi air, serta target pekerjaan. Kirim foto dan informasi apakah retak kering, lembap, atau disertai rembesan aktif agar metode dan kelompok material dapat dibahas dengan tepat.
Pilihan mengikuti persyaratan beban, data mesin, geometri celah, volume pengisian, paparan kimia, temperatur, dan metode aplikasi. Drawing angkur atau base plate serta window shutdown membantu menentukan kebutuhan material dan pelaksanaan. Produk akhir dicocokkan dengan spesifikasi proyek serta TDS yang berlaku.
Kirim lokasi proyek, foto kondisi keseluruhan dan detail, jenis elemen, kondisi substrat, dimensi atau volume, serta target jadwal. Sertakan nama produk, drawing, spesifikasi, dan BOQ jika tersedia. Jelaskan kebutuhan supply material atau sekaligus aplikasi, akses kerja, dan batasan operasional agar lingkup penawaran dapat disusun.
Sertakan foto, kondisi substrat, dimensi atau volume, lokasi, dan jadwal. Jelaskan kebutuhan material atau sekaligus aplikasi agar lingkup penawaran dapat disiapkan.